Dari Rakor SMA/SMK Se-Maluku. Wagub : Guru Harus Sejahtera   

Seluruh Kepala Sekolah jenjang SMA/SMK se-Maluku, sekira pukul 11.00 Wit, di Aula Gedung Siwalima Karang Panjang Ambon, Selasa (25/6), mengikuti pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Provinsi, yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Barnabas Nataniel Orno. Orno dalam sambutannya, dihadapi para kepala sekolah SMA/SMK, menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku akan memperhatikan para tenaga pendidik atau guru di Maluku dan mereka harus sejahtera. Ini merupakan komitmen Gubernur Maluku Murad Ismail bersama saya dalam 100 hari kerja.
Lanjutnya, dalam rapat koordinasi  dilakukan evaluasi untuk melihat kinerja dan kualitas tidak hanya kepala sekolah tetapi juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku.  Karena persoalan pendidikan tidak terlepas dari ilmu dan karakter, yang mana Dikbud sebagai bagian penting yang tidak terlepas dari para tenaga pendidik. Satu hal juga dimintakan Wagub, pada proses pendidikan disekolah, muatan lokal harus menjadi perhatian guru untuk diajarkan kepada anak didik, sebab diketahui salah satu sektor yang menjadi perhatian pemerintah ada pada sektor pendidikan dan juga kesehatan. “Sekali lagi, semuanya ini bisa berjalan dengan baik, kalau guru sejahtera hingga mesti jadi perhatian Dikbud dan para kepala sekolah,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Saleh Thio, dalam laporannya, memgatakan seluruh kepala sekolah sangat merindukan pertemuan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, karena merupakan hal yang sangat perlu untuk saling bertemu. Dijelaskan, agenda pelajaran 2018/2019 sudah selesai dan kini akan memasuki tahun ajaran baru 2019/2020, namun untuk tahun ajaran 2018/2019 proses Ujian Nasional (UN) dari 453 sekolah SMA/SMK/MA se- Maluku dengan jumlah peserta sebanyak 31.342 siswa dan Maluku memperoleh peringkat ke-26 dari 34 Provinsi di Indonesia, dimana presentasinya 93 persen.
Menurutnya, hasil UN telah menempatkan Maluku pada peringkat 24 dari 34 Provinsi se-Indonesia dengan rata-rata SMA/MA 43,67 dan SMK 44,31. Untuk kesejahteraan guru 2018, 2.620 dapat tunjangan profesi, 2.261 dapat tunjangan penghasilan, 233 peroleh tunjangan khusus 1.241 kenaikan pangkat dan 3.523 dapat kenaikan berkala.

Menyangkut sarana dan prasarana di tahun 2019, SMA/SMK di Maluku akan memperoleh bantuan yakni bangunan sekolah baru SMKN 2 Taniwel, SMAN 9 Leihitu, dan SMAN 15 Ambon, ada juga bantuan ruang praktek siswa pada 16 SMK yang anggaran bersumber dari Direktorat PSMK, pembangunan ruang kelas baru 26 sekolah SMA, 2 SMK, 2 SLB. Pengadaan peralatan pendidikan untuk 22 SMA, 22 SMK, dan 20 SLB, dari DAK adalagi  pembangunan pagar di 25 sekolah serta pembangunan RKB untuk SMA dari APBD serta ada lagi perhatian pemerintah untuk akses jalan, listrik, dan jaringan internet. Selain itu, ada bantuan pusat melalui Direktorat PSMA dalam waktu dekat akan memberikan bantuan sebanyak 1.760 unit komputer ke 88 sekolah SMA di Maluku. “Guru juga sangat memberikan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur, yang telah memberikan perhatian penuh bagi kemajuan pendidikan di Maluku. “tandasnya. ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *