Dikbud Gelar Debat Bahasa Indonesia – Inggris 

Perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk mencerdasarkan anak bangsa sangat besar, tiap tahun diselenggarakan debat  bahasa Indonesia dan bahasa Inggris  jenjang SMA untuk seluluruh Provinsi di Indonesia termasuk Maluku, dalam rangka menyiapkan generasi muda millenia menghadapi era globalisasi. Terkait hal ini, Selasa (16/7), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku menggelar debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris tingkat Provinsi jenjang SMA, yang  diikuti 7 Kabupaten /Kota se-Maluku dan berlangsung di Hotel Pasifik Ambon.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Bpk. Drs. M. Saleh Thio, MSi, saat membuka kegiatan debat bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris tingkat Provinsi, mengatakan lomba debat ini dilaksanakan sebagai suatu bentuk kebahagiaan bagi semua siswa jenjang SMA di Maluku, karena bisa mewujudkan kemampuan dan yang terpilih di tingkat Provinsi merupakan yang terbaik, hingga predikat juara sudah ada ditangan.  Untuk itu, persiapkan diri dengan sebaik mungkin karena ini kesempatan berharga, harus dimanfaatkan siswa untuk menunjukkan kemampuan kalian. Sebab cara inilah membuat siswa memahami komunikasi yang benar serta siap menuju era globalisasi. “Harus buktikan bahwa anak Maluku adalah anak milenia dan anak abad 21 yang punya kemampuan bercakapan dengan baik, hingga kompetensi dan Literasi mesti menjadi  perhatian.”tuturnya.

Lanjutnya, kepada tim juri supaya dalam lomba debat ini bisa memberikan penilaian seobjektif mungkin, agar siswa yang keluar sebagai pemenang itulah yang terbaik dari yang baik, supaya di tingkat Nasional mereka mampu nyatakan pendidikan di Maluku terbaik, sebab bisa membuat yang terbaik. “Jagalah kesehatan dan menjunjung sportivitas yang tinggi dalam berlomba, “harapnya.

Selain itu, kadis mintakan agar panitia harus berproses secara transparan, intinya semua biaya peserta ditangani panitia dan kalau ada yang gunakan dana sendiri atau sekolah maka akan dikembalikan.
Sementara itu, panitia pelaksana yang juga Kepala Seksi Kurikulum SMA, Netty Badriah, menambahkan tahun ini debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris diikuti 7 kabupaten/kota, dengan jumlah peserta sebanyak 49 siswa. Ditambah satu orang guru dan kegiatan berlangsung selama tiga hari, dengan tujuan agar tingkatkan wawasan siswa, melatih diri untuk menyampaikan pendapat serta berkomunikasi dengan baik. Dan hasil dari tingkat Provinsi akan dilanjutkan ke tingkat Nasional, dimana juara satu yang siap bertanding ke Nasional.

Sedangkan tim juri berasal dari akademisi dan tujuh kabupaten/kota yang ikut yaitu Kota Ambon, Malteng,  Seram Bagian Barat (SBB), Buru Selatan (Bursel), Kota Tual, Maluku Tenggara (Malra), dan Kepulauan Tanimbar. Dan seperti yang sudah disampaikan Kadis bahwa semua dana dalam kegiatan debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris ditanggung oleh panitia Provinsi. ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *